Tanah yang kering ini,
Tanah yang tandus bahkan
berbatu ini,
Kini gembur tertanamkan
serangkaian bunga
Hal yang tak ku mengerti,
bahkan rumit
Raga ini tak mampu mencapai …
Yang hanya sebatas perhiasan di
tanah kosong,
Yang tak terjamin berapa lama
ia hidup
Kadang ku rasa bau busuk
Namun kadang jua, ku hirup
semerbak wewangian
Yang menguasai otakku dan
memabukkanku
Hingga rasanya ingin ku copot
benar otak ku
Tak tau pasti, kapan otak ini
tersadar atas kemabukkan wewangiaan,
Yang jadi racun syaraf-syarafku
Hei penguasa! Hentikan permainanmu!
Jika kau hanya bermaksud
memecahkan urat-urat nadiku
Tak jelas, mengapa raga ini
terjebak
Merasakan dan berharap yang tak
pasti untuk memanjakan hati
0 comments:
Post a Comment