Sunday, November 25, 2012

Racun Syaraf

Tanah yang kering ini,
Tanah yang tandus bahkan berbatu ini,
Kini gembur tertanamkan serangkaian bunga
Hal yang tak ku mengerti, bahkan rumit
Raga ini tak mampu mencapai …
Mencapai rangkaian bunga yang tertanam
Yang hanya sebatas perhiasan di tanah kosong,
Yang tak terjamin berapa lama ia hidup
Kadang ku rasa bau busuk
Namun kadang jua, ku hirup semerbak wewangian
Yang menguasai otakku dan memabukkanku
Hingga rasanya ingin ku copot benar otak ku
Tak tau pasti, kapan otak ini tersadar atas kemabukkan wewangiaan,
Yang jadi racun syaraf-syarafku
Hei penguasa! Hentikan permainanmu!
Jika kau hanya bermaksud memecahkan urat-urat nadiku
Tak jelas, mengapa raga ini terjebak
Merasakan dan berharap yang tak pasti untuk memanjakan hati


Share:

0 comments:

Post a Comment