Monday, April 08, 2013

Mimpi dalam Mimpi



Dan ketika itu semua menjadi nyata, hati ini akan terasa pilu, menari tanpa arah, linglung dan tak paham. Rasa itu telah merasuk dalam lubang-lubang jiwa, menggemparkan! Terasa seperti alunan musik mengalir begitu pekatnya. Hati ini telah terbasahi, setelah sekian lama hanya sekedar bergumam dan merasakan kehausan yang teramat dalam.

Ingin ku hapus benar ini semua. Rasanya, tak ada keinginan untuk merasakan ini. Namun tetap jua, ia bersikukuh. Aku pun tak kuasa melawannya. Memcikkan mata dan menulikan telinga, itu yang ku ingini saat itu. Hati ini terasa menerima ketukan keras, keras hingga itu semua membangunkan ku.

Dan ketika, hati yang kumiliki terbangun, mimpiku membangunkan ku dalam mimpiku. Ter sadar kau masih saja hidup dalam belenggu-belenggu mimpi. Aku pun tak pernah paham tentang arti mimpi dalam mimpi itu.

Dan aku tertawa, berucap dalam hati, bergumam 'selamat'. Hatiku terus memunculkan tanya. Apa itu, siapa ini, mengapa begini, haruskah begini, bagaimana dengan ini, mungkinkah begitu, di manakah itu, kenapa, kenapa, kenapa dan mungkinkah?

Lalu, kubiarkan ini semua bergelut dalam pikir dan rasa, ku coba rasa-rasa lagi, lagi dan lagi. Dan aku mulai paham. Namun, tetap jua aku tak paham sepenuhnya. Masih saja aku bertanya, kenapa ini, untuk apa dan mungkinkah itu? Aku tetap saja tak kuasa untuk menampik.

Jika ini memang garis takdir yang telah digariskan kepadaku, izinkan aku untuk memiliki itu dengan sesungguhnya. Bukan lagi dalam mimpi atau pun mimpi dalam mimpi. Sanggup tersenyum, tertawa dan bergerak bebas di kehidupan sesungguhnya yang abadi. 



Salatiga, 6 April 2013
Pukul 20.33 WIB
 

Share:

0 comments:

Post a Comment