Saturday, December 19, 2015

Wajar yang Kering


Kering, sudah tersirami oleh rintikan air
Namun masih terasa kering
Musim sudah berlalu
Kau tahu itu!
Tapi bagiku, jejakku masih kering
Walau hujan terus menguyur
Aku sudah tak mampu
Untuk sekedar menahan kering,Ya, batin ini yang kering
Hingga aku tak menahu, siapa dan bagaimana
Untuk menyejukkan batin
Aku lelah!
Dan kau tahu itu!
Sunyi juga memang
Walau aku cukup senang dengan sunyi,
Tapi aku adalah pada umumnya,
Aku ini wajar
Wajar pula bila aku ingin ramai
Dan lagi, lagi ….
Aku buta!
Batinku yang mulai rabun
Ini bukan perkara musim ataupun kewajaran
Sekitaranlah yang bajingan
Pikirku saat ini,
Persetan dengan segala macam aturan,
Persetan dengan kukupan-kukupan sentilan orang
Sudah sering kututup lubang telingaku
Dan kini aku berbijak mentulikan diri
Dari segala kerusuhan kalimat manusia
Share:

0 comments:

Post a Comment