Satu
hati yang pilu, yang menggenggam sebongkok bunga
Bunga
yang wanginya menyerbak
Dan
waktu pun, bertambah tua
Bila tiba waktunya,
Suatu
ketika, kau dan aku akan berjumpa
Suatu
ketika, kau dan aku akan duduk berdua
Ya,
hanya kita berdua
Kau
dan aku
Yang
hanya ditemani oleh cahaya bintang dan sang rembulan
Bercerita
tentang kekonyolan kita masing-masing
Suatu
ketika, kau akan meminjamkan bahumu untukku
Suatu
ketika, jari-jarimu akan bergerak mengusap air yang membanjiri kedua pipiku
Suatu
ketika, kau akan merelakan tubuhmu
Hanya
sekedar untuk menopangku
Dan
bila waktu itu datang,
Suatu
ketika, raga ini bersandar di pundakmu yang mulai melemah
Aku pun tertidur lelap dan
tersenyum dalam dekapan hangatmu
0 comments:
Post a Comment