Sunday, August 25, 2013

Rapat Kosong

Kemarin Sabtu, aku kecewa dengan beberapa orang yang ada di divisi redaksi. Tidak ada yang datang di rapat redaksi untuk membahas masa Orientasi Mahasiswa Baru (OMB) dan beberapa isu lain seputaran kampus.

Hanya Angga, salah satu anak foto yang datang awal dan disusul dengan Kotik. Aku pikir, mungkin memang molor, karena itulah tradisi Scientiarum (SA) yang aku tahu dari pertama aku masuk.

Sambil menunggu aku bermain kartu bersama beberapa orang yang nangkring di Scientiarum. Awalnya aku tak ingin main, karena aku tak mengerti dan tak biasa bermain kartu. Tapi Angga dan Kotik tidak mau ikut bermain. Akhirnya aku sok-sokan terjun ke permainan yang benar-benar aku tak mengerti.

Sudah hampir setengah jam tak ada anak redaksi lagi yang nonggol. Merasa kasihan dengan Angga dan Kotik yang sudah menunggu dari tadi, aku kirim SMS satu-satu ke mereka. Hanya satu kata yang ku kirim. “Rapat.”

Tak lama kemudian, handphone yang ku letakkan di atas meja permainan bergetar. Satu pesan baru, dari nomor yang tak dikenal pula. Pesan dari kak Dylan, redaktur pelaksana peridoe 2013-2014. “Bentar ini lagi mau otw. Dylan,” pesannya.

Lalu aku melanjutkan permainan kembali. Tapi sudah setengah jam, mungkin lebih kak Dylan dan yang lain tidak datang. Jikalau kemarin tidak ada yang absen, kira-kira hanya 9 orang termasuk aku dan dua orang magang.

Karena aku tak memiliki kontak magang yang lain. Dua minggu sebelum rapat, aku sudah meminta kepada 3 orang tetua Scientiarum yang kira-kira memiliki nomor-nomor anak magang.

Kak Vio, baru balas keesokkannya lewat  facebook karena dia tidak memiliki saldo pulsa. Dan dia pun tak memiliki nomor anak-anak magang selain Ditha dan Mahendra. Tak ada balasan juga dari dari kak Kumas ataupun kak Rico.

Seusai aku bekerja, ketika itu hari Selasa aku datang ke Scientiarum untuk mencari nomor handphone yang ada di formulir, yang telah mereka isi. Waktu itu, ada beberapa orang yang nangkring di Scientiarum. Tapi tak ada orang Scientiarum yang masih dalam struktur di ruangan.

Aku coba cari di map-map yang ada di rak buku. Tapi tak kudapati. Lalu aku bergegas pulang karena sudah lelah. Sorenya, saat aku sudah berdiam diri di rumah, kak Kumas meneleponku menayakan keberadaan kak Rico karena mamah-nya kak Rico habis meneleponnya.

Kak Kumas juga memberiku pesan, jika aku berjumpa kak Rico, dia disuruh pulang ke kost atau balik telepon.  Kira-kira seperti itu kak Kumas berpesan. Akupun langsung menyampaikan pula ke kak Kumas, agar kak Rico segera mengirimi nomor handphone anak-anak magang. Dan kak Kumas pun mengiyakannya.

Selang sehari atau dua hari kemudian, aku kirim SMS lagi ke kak Kumas karena kak Rico tak jelas mana nomornya yang aktiv. Dalam pesan itu, aku meminta tolong ke kak Kumas untuk menyampaikan bahwa aku meminta nomor teman-teman magang yang masuk divisi redaksi. Jika tidak memiliki saldo pulsa, aku memintanya mengirim lewat message facebook atau email. Atau kalau tidak, aku memintanya untuk menaruh formulir mereka di tempat yang dapat dijangkau, yang pastinya di dalam ruang Scientiarum.

Tak juga ada balasan. Hari sudah berganti, tak ada pesan di handphoneku darinya ataupun di email ataupun di facebook. Jumat, 23 Agustus 2013 aku datang ke Scientiarum. Tapi tak ada orang di sana. Aku masuk dengan meminjam kunci di satpam yang ada di GAP.

Aku coba cari beberapa kali formulir-formulir itu, tapi tak ada juga. Tak ada pesan yang ditempel atau tercatat di papan putih. Kuputuskan untuk pulang.

Kemudian aku berpikir jika aku menunggu mendapat semua nomor teman-teman yang magang, kapan mau rapat? Pada hal itu sudah mendekati OMB dan web Scinetiarum pun sudah cukup istirahat. Ku putuskan untuk rapat redaksi di hari berikutnya yaitu Sabtu. Walau kami belum jadi rapat pimpinan.

Entah kenapa waktu itu tak jadi. Karena akupun mendadak tak bisa mengahadiri rapat pimpinan karena tetangga sebelahku meninggal. Sebagai makhluk social, ada baiknya jika membantu hal lain yang bisa dikerjakan di tengah keluarga yang sedang berkabung. Tapi ya sudahlah. Tak peduli dengan organisasi, yang terpenting ada update-an berita di web Scinetiarum.

Tapi  kira-kira seperti itulah, gambaran orang-orang yang tak bersungguh-sungguh belajar di Scientiraum dan tak menghargai Scinetiarum sebagai sebuah lembaga untuk belajar yang memiliki aturan main. Yang tak bisa belajar komitmen, hanya ikut-ikutan untuk bisa bersenang-senag, bersoialisasi menambah teman, hanya numpang nama dan cari point.


Pergi yang jauh daripada jadi benalu. 
Share:

0 comments:

Post a Comment