Baru sempat
hari ini aku menulis tentang Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Scientiarum (SA) yang akan dibekukan. Sebenarnya,
aku mendapat kabar yang kurang sedap ini ketika acara Welcome Party pada Sabtu, 21 September 2013.
Salah satu
anggota SA yang juga teman dekatku selama ini, mengatakan jika dengar-dengar
periode ini SA akan dibekukan. Temanku mengaku mendengar kabar itu dari salah
satu reporter SA, yaitu Kotik. Memang, semenjak aku bekerja aku sangat jarang
sekali ke kantor SA. Karena waktu yang terbatas antara jam kuliah dan tanggung
jawab kerja.
Sore itu
juga, aku menemani Kotik,
untuk meliput acara Welcome Party. Dia mengatakan hal yang
kurang lebih intinya sama dengan apa yang dikatakan oleh temanku tadi.
Mendengar hal itu, aku masih kurang begitu percaya akan isu tersebut.
Aku pikir
mungkin hal itu hanya sekedar isu belaka seperti periode lalu. Namun, aku pun
sudah merasa geram mendengar hal itu. “Atas dasar apa mereka membekukan SA?”
Tanyaku tersimpan dalam pikir.
Usai acara, aku dan Kotik bergegas menuju ruangan SA.
Malam itu,
ruang SA dipenuhi oleh banyak orang. Tak begitu hafal aku, siapa saja yang ada
di ruangan. Seingatku ada orang luar yang tak ku kenal duduk di salah satu
kursi SA dan Pimpinan Umum (PU) SA yang sedang berdiskusi oleh beberapa alumni
SA yang masih setia berkeliaran di kampus dengan status mahasiswanya, juga
beberapa teman yang masih masuk dalam struktur SA. Sepertinya berdiskusi
tentang isu tersebut.
Tak lama
kemudian, PU memanggilku. Sebelum dia berkata banyak, aku potong langsung
pembeciraannya. “Aku dengar-dengar SA mau dibekukan? Bener ‘gak tuh?” tanyaku
pada PU. Dan dia menjawab ‘iya’, lalu mengatakan bahwa besok Minggu, jam 12 siang akan diadakan Rapat
Pleno (Raplen). Aku langsung mengiyakan.
Malam itu
juga, ku ketikan pengumuman di handphone sederhanaku yang intinya besok Minggu
akan diadakan Raplen dan diwajibkan datang. Kukirim langsung ke beberapa
anggota SA, khususnya redaksi.
Dan tadi
Raplen telah berlangsung. Yang hadir hanya PU, lima anggota redaksi (magang+anggota), dua alumni SA dan aku sendiri.
Dalam Raplen tersebut, PU menceritakan tentang isu tersebut. Ia mengatakan
bahwa, dia telah dipanggil oleh Bidang IV Senat Mahasiswa Universitas (SMU)
untuk berdiskusi tentang SA.
Dalam
Raplen tersebut, PU mengatakan bahwa SA diberi dua pilihan yaitu:
1.
SA
dibekukan/dihapuskan
2. SA masih ada tetapi yang duduk di SA
adalah orang-orang Badan Perwakilan Mahasiswa Universitas (BPMU)
Menurutku
ini aneh dan unik. Apalagi mendengar opsi ke-2. Bikin ketawa (ngekek). Aneh aja
menurutku. Dan pasti nanti namanya bukan Kelompok Bakat Minat (KBM). Kebetulan
salah satu reporter SA juga menjabat Kepala Bidang (Kabid) II, kalau tidak
salah. Di situ dia mengatakan, bahwa untuk opsi ke-2 tidak tahu.
Tak jelas
juga kenapa SA akan dibekukan. Apakah terkait tentang Laporan Pertangunggung
Jawaban (LPJ), isu berita yang periode-periode lalu dan ada unsur senioritas atau jarang ada up
date-an berita. Itu juga belum jelas.
Tapi jika
berkaitan dengan LPJ, karena dua periode ini tak ada. Itu bukan salah dari SA,
karena SA selalu membuat LPJ namun selalu hilang. Untuk periode 2011-2012 aku
tak begitu mengerti tentang LPJ. Untuk periode 2012-2013, LPJ hilang di BPMU
dan sudah ditandangani oleh Ketua Umum SMU. Jika membuat lagi memang bisa sih,
tapi bagaimana dengan nota-nota aslinya. Bukankah nanti malah jadinya aksi penipuan
ya.
Jika alasan
lain yaitu tentang isi berita yang ada di web, aku kira mereka tak pernah cek
atau sekedar buka Scinetiarum.com. Selama ini, tidak ada tulisan di web yang memberitakan
tentang isu-isu panas. Karena saat ini, memang personil SA sudah berbeda dan
tidak ada yang mau mengkritisi kembali.
Bila permasalahan ini disangkut pautkan dengan hal yang
lalu-lalu, menurutku itu tidak masuk akal. Kenapa tidak dimatikan saja sejak SA
mengkritik dan dianggap melebih-lebihkan bahkan dianggap mencoreng nama baik
universitas.
Masalah tentang senioriatas. Yang dianggap SA masih disetir
oleh para senior. Atas dasar apa mereka memberi statemen seperti itu. Tahu apa
tentang SA. Memang
kami masih sering berdiskusi dengan senior dan masih sering meminta ilmu
dengan mereka, namun bukan berarti para senior mengubah ideologi SA yang
sekarang. Sekali lagi, kami hanya sekedar berdiskusi dan meminta bimbingan
ketika kami punya kesulitan dalam menulis. Hanya itu.
Jika dipermasalahkan tentang up date-an berita di web. Memang web SA jarang di up date. Sebenarnya bukan masalah jumlah
banyak atau tidaknya, orang-orang yang ada di dalam SA. Tapi susahnya mengatur
para reporter. Susahnya diajak rapat dalam segala bentuk rapat yang ada di SA.
Bahkan, diajak berkumpul sekedar nongkrong dan ngobrol pun susah.
Tapi bukan hal-hal itu yang mau aku bahas. Begini, aku
ingat dengan apa yang diceritakan oleh mantan PU ke-2, periode 2012-2013,
mengatakan bahwa dulu sempat pada periode ke berapa dan siapa, aku sudah lupa
itu, tiga bulan tidak
ada berita sama sekali. Jika hal
itu merupakan salah satu alasan SA dibekukan, menurutku ini juga ‘gak banget deh alasannya.
Walaupun periode-periode ini, jarang ada berita tetapi
setidaknya ada berita baru di web. Walau satu
bulan hanya dua, tiga berita sih.
Tapikan masih mending.
Mungkin memang SA akan dimatikan secara perlahan. Buat
aku itu tidak begitu masalah. Karena, kitapun ada dan membawa nama universitas, namun tidak dipelihara dengan
baiknya.
Hanya saja akan terasa aneh, jika sebuah universitas
tidak memiliki pers sebagai alat kontrol mereka. Hanya memiliki pers sebagai humas.
Menurutku,
sebuah tulisan tak akan mampu menghancurkan sebuah lembaga yang besar, namun
mampu menghancurkan orang-orang tertentu yang nakal, yang duduk di dalam
lembaga tersebut.
0 comments:
Post a Comment