Monday, December 16, 2013

Sore Dalam Imajinasi

Sebuah imajinasi yang tak terbendung dalam hujan kali ini. Aku berkaca dan bertatap muka dengannya. Hujan telah mengiringi jiwaku, pergi bersama sang angin. Namun ragaku tetap di sini. Tinggal bersama dengan derunya hujan, yang menghantam tanah.

Aku meringkuk diam, hanya mampu mendengar suara namun tak mampu berucap. Raguku begitu dingin, terselimut oleh angin sore ini.

Saat itu, aku hanya mampu bergumam dengan sendiri, di dalam hati. Aku pun merintih, merasakan tusukan angin dan air hujan yang menetes di raguku lalu perlahan meresap ke dalam pori-poriku.

Jiwaku pun pergi entah kemana. Dan aku tak mampu menuntut dia kembali.

Seketika, ragaku terketuk. Mendengar sebuah seruan. Dan aku hanya mampu berdiam, tanpa bertindak. Air terjatuh semakin ganas. Aku merasa ketakutan, takut, takut, takut, semakin takut, bertambah takut, dan semakin bertambah takut.

Raguku menjadi semakin kaku, tak kuasa berdiri dan kesakitan itu mulai datang. Namun jiwaku belum juga kembali.  Tiba-tiba, deruan itu datang. Kali ini berbeda, semakin kencang dan tak hanya dalam satu sumber. Mereka bersahut-sahutan, semakin keras.

Ah ... seperti ada sesuatu yang memasuki ragaku secara cepat. Dan jiwa yang hilang itu pun menghentakkan ragaku. Kembali memasuki alam sadar dan jiwa ini penuh cerita dalam ragaku. 
Share:

0 comments:

Post a Comment